MoonMeander Dota 2 merupakan sosok yang sudah lama malang melintang di ranah kompetitif gim besutan Valve tersebut. Meskipun demikian, Dota 2 mengalami hal yang kurang mengenakkan belakangan ini. apa itu?

Kompetisi atau ranah esports merupakan ladang kehidupan bagi para atlet esports, termasuk Dota 2. MoonMeander termasuk orang yang vokal akan berkembangan ranah kompetitif, termasuk Kyle, PPD, dan lain sebagainya.

Tim David Beckham, Guild Esports Bentuk Divisi VALORANT!

MoonMeander sendiri masih setia dengan Dota 2 sampai sebelumnya timnya harus bubar karena pandemi COVID-19 dan minimnya perhatian dari Valve. Yap, CR4ZY bubar karena ranah kompetitif yang tidak jelas serta minimnya dukungan dari Valve.

Sebagai pembanding, Riot Games memiliki ekosistem yang jelas untuk mempertahankan ranah kompetitif League of Legends. Bahkan, semua tim dan pemain mendapatkan gaji atau upah yang sangat adil layaknya pekerja pada umumnya.

Sumber: ESL

Meski bubar, MoonMeander mengaku bahwa mantan pemain CR4ZY akan tetap bersama untuk gelaran esports mendatang. Melalui konten podcast dengan Daniel Offen Position 6, banyak cerita yang dikeluarkan oleh mantan pemain OG tersebut.

“Saya paham bahwa masa saat ini adalah masa buruk untuk Dota 2 karna pandemi. Meskipun demikian, di beberapa regional, tidak seperti Tiongkok dan Eropa, tidak memiliki hadiah turnamen yang tinggi. Saya rasa tidak masalah untuk rehat.

Bermain di turnamen online dari rumah untuk beberapa tahun terakhir sama seperti rehat untuk turnamen berhadiah kecil, tapi pemasukan beberapa pemain datang dari sana.” Ujarnya.

BACA JUGA: OG Topson Ungkap Bahwa Menjadi Ayah Telah Mengubah Motivasinya

MoonMeander juga mengatakan bahwa wajah tim di masing-masing regional nampak berbeda, seperti contoh Quincy Crew mungkin terlihat lemah namun dapat diandalkan dengan sangat baik. Kejutan dari tim-tim internasional tidak jarang menjadi alasan mengapa NA/EU menjadi regional yang dianggap ‘dewa’ meski kerap kali dikalahkan oleh tim CIS maupun Tiongkok.

Team Secret dan OG menjadi dua tim yang sangat dikagumi oleh MoonMeander, sebagai tambahan kedua tim tersebut dinilai 3 kali lebih kuat dibandingkan semua tim tier 2 bila digabungkan, menurut Moon.

Pada podcast tersebut MoonMeander juga mengatakan mengapa banyak pemain yang bisa dibilang diam mengenai cara penanganan Valve terhadap ranah profesional Dota 2. Secara mudah, Moon mengatakan alasannya karena “tidak mungkin menggigit tangan majikan yang memberi makan,” karena pada dasarnya semua pemain mendapatkan gaji dari kompetisi di Dota 2.

https://i2.wp.com/afkgaming.com/media/images/62816-Untitled%20design%20(47).jpg?ssl=1

Sebelum menutup wawancara, MoonMeander memberikan pandangan yang cukup unik mengenai kasus Valve dan penanganannya di tengah pandemi.

“Bila tidak ada ranah NA, gim (Dota 2) sudah lama mati, saya yakin hal ini. Hal ini sudah terjadi di HoN yang mana orang Eropa mengatakan tidak butuh bantuan kompetisi Amerika Serikat. Ketika sebuah gim kehilangan ketertarikan secara global, tentu gim tersebut perlahan akan mati hingga 100%.

BACA JUGA: Debut Manis Whitemon dengan TNC Predator di DOTA Summit 13, Siap Permanen?

Dan bila League of Legends kehilangan peminat dari satu regional seperti Amerika Utara, maka gim tersebut akan jadi spesifik regional. Lalu perlahan pemain di regional lain akan kehilangan minat karena gim tersebut sudah tidak menjadi perhatian di level global,” ujarnya.

The post MoonMeander: Bila Tidak Ada Kompetisi NA, Dota 2 Sudah Mati appeared first on RevivaLTV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here